Tips Cara Memilih Nama Bayi
Ketika mengadung, biasanya orang tua sudah memikirkan sebuah nama untuk sang bayi. Memilih nama bayi merupakan hal yang gampang-gampang susah.
Biasanya orang tua menginginkan nama yang terdengar keren atau tak
biasa untuk anak mereka, namun pada akhirnya tak jarang berakhir dengan nama yang
aneh.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum
memutuskan nama untuk bayi Anda, seperti dilansir oleh WebMD (29/11).
1. Hati-hati dengan nama populer
Setiap orang tua tentunya
ingin memberi nama bayi merkeka dengan nama yang trendi dan belum digunakan untuk anak mereka.
Beberapa nama populer yang biasanya dipilih orang tua antara lain:
- Nama kota
- Nama belakang untuk nama depan
- Nama yang terdengar 'antik'
- Nama yang berasal dari alam, misalkan: Bumi, Mega, Mentari, dan lainnya.
2. Terlalu terobsesi dengan pilihan nama
Saat ini
orang tua semakin sadar arti penting nama. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa nama-nama tertentu memberikan kesan yang bagus. Namun
tentu saja Anda tak perlu terlalu terobsesi untuk menemukan nama
sempurna berdasarkan penelitian, bukan?
3. Manfaatkan setiap inspirasi
Siapa bilang
inspirasi tentang nama bayi harus selalu datang dari buku kumpulan nama
bayi? Inspirasi tentang nama bisa didapatkan dari manapun, mulai dari
kumpulan CS favorit, hingga nama kakek buyut di pohon keluarga.
Nama juga bisa menjadi sebuah hal yang akan Anda kenang ketika
mengandung si buah hati. Misalkan ketika mengandung Anda sering makan di
tempat tertentu, Anda bisa mengambil inspirasi nama dari tempat
tersebut untuk selalu mengenang kebiasaan Anda saat hamil. Dengan
begitu, nama anak memiliki sejarah unik yang bisa Anda kenang.
Anak merupakan nilai yang sangat berharga sekali bagi orang tua. Blog ini memberikan berbagai informasi seputar buah hati mengenai perkembangannya, makanan, cara merawat bayi, kesehatan, gizi, pertumbuhannya dll.
Monday, 17 June 2013
Tuesday, 11 June 2013
Anyang-anyangan pada anak
Penyebab dan cara mengatasi anyang-anyangan pada anak
Anyang-anyangan ditandai dengan rasa ingin selalu
buang air kecil, tetapi urine yang dikeluarkan saat pipis dikamar mandi
hanya keluar sedikit. Selain itu ketika penderita penyakit anyang-anyangan
mencoba mengeluarkan air seni, maka si penderita juga akan merasakan
seperti rasa terbakar pada bagian kemaluannya.
Secara ilmu kedokteran anyang-anyangan juga dikenal dengan istilah frekwensi berkemih yang sering terjadi akibat gangguan proses penyimpangan (urine storage atau iritasi). Umumnya keluhan ini terjadi karena adanya infeksi pada saluran kemih yang diakibatkan oleh sistem persarafan atau suatu keadaan kemih yang kelewat aktif.
Secara ilmu kedokteran anyang-anyangan juga dikenal dengan istilah frekwensi berkemih yang sering terjadi akibat gangguan proses penyimpangan (urine storage atau iritasi). Umumnya keluhan ini terjadi karena adanya infeksi pada saluran kemih yang diakibatkan oleh sistem persarafan atau suatu keadaan kemih yang kelewat aktif.
Monday, 29 April 2013
Flu Singapura
Flu Singapura: gejala dan cara mengatasinya
Apakah Flu Singapura?
Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spayol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non polio Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit. (wikipedia).
Gejala Flu Singapura
Beberapa flu punya gejala yang sama terutama adanya demam diatas 38 derajat celcius. Demam pada anak yang terkena Flu Singapura tidak pernah turun, dia akan panas terus menerus. Berbeda dengan demam berdarah, yang demam atau suhu tubuhnya panas terutama pada malam hari. Ketika pagi hingga sore panas atau demamnya reda. Ciri khas Flu Singapura adalah 1-2 hari setelah demam akan muncul bintik merah seperti sariawan digusi, sekitar mulut, dan radang tenggorokan. Hal inilah yang mebuat anak menjadi tidak mau makan dan minum yang membuat anak cepat lelah dan lemah. Setelah itu diikuti bintik merah berair ( seperti cacar air namun cacar air biasanya putih) ditelapak tangan , telapak kaki, siku, lutut, sekitar kemaluan. Cairan ini diusahakan jangan pecah karena akan membuat area yang terkena bintik merah semakin banyak. Biasanya oleh dokter akan diberi salep agar bintik merah ini tidak pecah.
Sebenarnya karena disebabkan oleh virus pada akhirnya akan sembuh antara 7-10 hari. Namun bukan berarti anak dibiarkan. Pasalnya, akibat anak tidak mau makan dan minum karena sekitar mulut mengalami sakit, maka anak anak mengalami dehidrasi. Menurut dr. Ratra “komplikasi yang umum terjadi dehidrasi karena didalam mulut terdapat banyak bintik yang sakit serta radang tenggorokan. Anak akan mogok minum. Namun, jika dibiarkan akan menyebabkan anak lemas dan tidak sadarkan diri.”
Cara Mengatasinya
Sementara komplikasi yang serius terjadi radang otak dan akan menyebabkan kematian juga. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul. Misalnya demam diberi obat penurun panas, pad bintik merah (red spot) diberi salep, begitu juga bintik dimulut serta radang tenggorokan agar anak mau makan dan minum obat lagi .
Namun yang perlu diwaspadai, penularan yang sangat cepat penyakit ini, terutama ketika anak sedang muncul bintik merah. Walaupun tidak gatal, orangtua tetap waspada gara bintik ini tidak sampai pecah. Selain bisa menular orang lain, cairan dari bintik merah ini bisa membuat bintik yang lebih banyak didaerah tubuh penderita. Selain lewat cairan didalam bintik merah, penularan bisa terjadi lewat air liur, bersin atau batuk, air seni, dan feses (tinja). Sebaliknya jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, sebisa mungkin diisolasikan jangan berinteraksi dengan anak terutama dibawah usia 5 tahun.
Menurut dr. Ratna “sebaiknya peralatan makanan atau mainan jangan dicampur dan langsung dibersihkan begitu terkena anak yang sedang menderita Flu Singapura.”Sejak tertular, tidak langsung timbul gejala. Namun akan muncul penyakit (inkubasi) sekitar 3-5 hari. Orang yang merawat anak sakit Flu Singapura harus sering mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun agar tidak tertular.
Apakah Flu Singapura?
Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spayol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non polio Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit. (wikipedia).
Gejala Flu Singapura
Beberapa flu punya gejala yang sama terutama adanya demam diatas 38 derajat celcius. Demam pada anak yang terkena Flu Singapura tidak pernah turun, dia akan panas terus menerus. Berbeda dengan demam berdarah, yang demam atau suhu tubuhnya panas terutama pada malam hari. Ketika pagi hingga sore panas atau demamnya reda. Ciri khas Flu Singapura adalah 1-2 hari setelah demam akan muncul bintik merah seperti sariawan digusi, sekitar mulut, dan radang tenggorokan. Hal inilah yang mebuat anak menjadi tidak mau makan dan minum yang membuat anak cepat lelah dan lemah. Setelah itu diikuti bintik merah berair ( seperti cacar air namun cacar air biasanya putih) ditelapak tangan , telapak kaki, siku, lutut, sekitar kemaluan. Cairan ini diusahakan jangan pecah karena akan membuat area yang terkena bintik merah semakin banyak. Biasanya oleh dokter akan diberi salep agar bintik merah ini tidak pecah.
Sebenarnya karena disebabkan oleh virus pada akhirnya akan sembuh antara 7-10 hari. Namun bukan berarti anak dibiarkan. Pasalnya, akibat anak tidak mau makan dan minum karena sekitar mulut mengalami sakit, maka anak anak mengalami dehidrasi. Menurut dr. Ratra “komplikasi yang umum terjadi dehidrasi karena didalam mulut terdapat banyak bintik yang sakit serta radang tenggorokan. Anak akan mogok minum. Namun, jika dibiarkan akan menyebabkan anak lemas dan tidak sadarkan diri.”
Cara Mengatasinya
Sementara komplikasi yang serius terjadi radang otak dan akan menyebabkan kematian juga. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul. Misalnya demam diberi obat penurun panas, pad bintik merah (red spot) diberi salep, begitu juga bintik dimulut serta radang tenggorokan agar anak mau makan dan minum obat lagi .
Namun yang perlu diwaspadai, penularan yang sangat cepat penyakit ini, terutama ketika anak sedang muncul bintik merah. Walaupun tidak gatal, orangtua tetap waspada gara bintik ini tidak sampai pecah. Selain bisa menular orang lain, cairan dari bintik merah ini bisa membuat bintik yang lebih banyak didaerah tubuh penderita. Selain lewat cairan didalam bintik merah, penularan bisa terjadi lewat air liur, bersin atau batuk, air seni, dan feses (tinja). Sebaliknya jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, sebisa mungkin diisolasikan jangan berinteraksi dengan anak terutama dibawah usia 5 tahun.
Menurut dr. Ratna “sebaiknya peralatan makanan atau mainan jangan dicampur dan langsung dibersihkan begitu terkena anak yang sedang menderita Flu Singapura.”Sejak tertular, tidak langsung timbul gejala. Namun akan muncul penyakit (inkubasi) sekitar 3-5 hari. Orang yang merawat anak sakit Flu Singapura harus sering mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun agar tidak tertular.
Subscribe to:
Posts (Atom)