Monday, 29 April 2013

Flu Singapura

Flu Singapura: gejala dan cara mengatasinya

Apakah Flu Singapura?
Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spayol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non polio Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit. (wikipedia).

Gejala Flu Singapura
Beberapa flu punya gejala yang sama terutama adanya demam diatas 38 derajat celcius. Demam pada anak yang terkena Flu Singapura tidak pernah turun, dia akan panas terus menerus. Berbeda dengan demam berdarah, yang demam atau suhu tubuhnya panas terutama pada malam hari. Ketika pagi hingga sore panas atau demamnya reda. Ciri khas Flu Singapura adalah 1-2 hari setelah demam akan muncul bintik merah seperti sariawan digusi, sekitar mulut, dan radang tenggorokan. Hal inilah yang mebuat anak menjadi tidak mau makan dan minum yang membuat anak cepat lelah dan lemah. Setelah itu diikuti bintik merah berair ( seperti cacar air namun cacar air biasanya putih) ditelapak tangan , telapak kaki, siku, lutut, sekitar kemaluan. Cairan ini diusahakan jangan pecah karena akan membuat area yang terkena bintik merah semakin banyak. Biasanya oleh dokter akan diberi salep agar bintik merah ini tidak pecah.

Sebenarnya karena disebabkan oleh virus pada akhirnya akan sembuh antara 7-10 hari. Namun bukan berarti anak dibiarkan. Pasalnya, akibat anak tidak mau makan dan minum karena sekitar mulut mengalami sakit, maka anak anak mengalami dehidrasi. Menurut dr. Ratra “komplikasi yang umum terjadi dehidrasi karena didalam mulut terdapat banyak bintik yang sakit serta radang tenggorokan. Anak akan mogok minum. Namun, jika dibiarkan akan menyebabkan anak lemas dan tidak sadarkan diri.”

Cara Mengatasinya
Sementara komplikasi yang serius terjadi radang otak dan akan menyebabkan kematian juga. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang timbul. Misalnya demam diberi obat penurun panas, pad bintik merah (red spot) diberi salep, begitu juga bintik dimulut serta radang tenggorokan agar anak mau makan dan minum obat lagi .
Namun yang perlu diwaspadai, penularan yang sangat cepat penyakit ini, terutama ketika anak sedang muncul bintik merah. Walaupun tidak gatal, orangtua tetap waspada gara bintik ini tidak sampai pecah. Selain bisa menular orang lain, cairan dari bintik merah ini bisa membuat bintik yang lebih banyak didaerah tubuh penderita. Selain lewat cairan didalam bintik merah, penularan bisa terjadi lewat air liur, bersin atau batuk, air seni, dan feses (tinja). Sebaliknya jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, sebisa mungkin diisolasikan jangan berinteraksi dengan anak terutama dibawah usia 5 tahun.
Menurut dr. Ratna “sebaiknya peralatan makanan atau mainan jangan dicampur dan langsung dibersihkan begitu terkena anak yang sedang menderita Flu Singapura.”Sejak tertular, tidak langsung timbul gejala. Namun akan muncul penyakit (inkubasi) sekitar 3-5 hari. Orang yang merawat anak sakit Flu Singapura harus sering mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun agar tidak tertular.

Tuesday, 26 March 2013

Memilih sayuran untuk bayi


Tips Cara Memilih Sayuran untuk bayi dan manfaat sayuran untuk bayi

Sayur merupakan salah satu bahan makanan yang harus diberikan secara berkala dan rutin bagi bayi. Sayuran merupakan makanan kaya nutrisi yang baik untuk bayi. Sayuran untuk bayi sangatlah beragam. Setiap sayuran memiliki kelebihan dan kandungan zat masing-masing yang saling menunjang antara sayuran satu dengan yang lainnya.

Dari keberagaman sayuran untuk bayi, maka tugas ibulah untuk memilih sayuran  yang cocok untuk buah hatinya. Cara memilih sayuran segar adalah cara yang dianjurkan jika Anda peduli dengan gizi dan juga kesehatan bayi Anda. Cara memilih sayuran untuk bayi dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi pada warna dan juga tekstur sayur yang ada.

Friday, 15 March 2013

Terapi agar anak tidak ngompol

Anak usia usia lima tahun seharusnya sudah bisa mengatur panggilan alaminya untuk ke kamar mandi. Namun ada beberapa anak yang mungkin masih kesulitan dengan urusan buang air kecil. Hal ini Jika tidak diatasi,tentu saja membuat kita repot. Terapi agar anak tidak ngompol harus dilakukan agar kebiasaan ini tidak berlanjut hingga besar.

Terapi agar anak tidak ngompol yaitu untuk mengontrol kebiasaan buang air kecil, hal ini dapat dilakukan dengan toilet training yaitu latihan ke kamar mandi. Namun, proses ini membutuhkan waktu, pengertian dan tentunya ekstra kesabaran.