Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts
Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts

Wednesday, 14 December 2011

Bayi Prematur


Cara Merawat bayi Prematur
Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang bulan menurut masa gestasinya (usia kehamilannya) dan dengan berat badan kurang dari 2 kilogram. Adapun usia kehamilan cukup bulan adalah 37-41 minggu.

Dibanding bayi yang lahir normal, bayi prematur memang cenderung bermasalah. Dengan prematurnya masa gestasi maka dapat menyebabkan ketidakmatangan pada semua sistem organ, misalnya pada sistem pernapasan (organ paru-paru), sistem peredaran darah (jantung), sistem pencernaan dan sistem saraf pusat (otak). Ketidakmatangan pada sistem-sistem organ itulah yang membuat bayi prematur cenderung mengalami kelainan-kelainan dibanding bayi normal.

Bayi prematur pada umumnya perlu diletakkan di inkubator untuk mengontrol suhu agar bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat  berada dalam kandungan. Selain itu, dengan ditaruh di inkubator, maka bayi dapat dievaluasi fungsi nafasnya (dengan melihat gerakan dada/perut), juga untuk melihat warna kulit bayi.  Itu sebabnya bayi sering diletakkan tanpa pakaian.

Kelainan-kelainan bayi prematur adalah:
  • Sindrom gangguan pernapasan. Kelainan ini terjadi karena kurang matangnya paru-paru sehingga jumlah surfactant (cairan pelapis paru-paru) kurang dari normal. Hal ini menyebabkan paru-paru tidak dapat berkembang sempurna.
  • Perdarahan otak. Ini biasanya terjadi pada minggu pertama kelahiran, terutama pada bayi prematur yang lahir kurang dari 34 minggu. Karena perdarahan otak inilah bayi prematur biasanya tumbuh menjadi anak yang relatif kurang cerdas dibanding anak yang lahir normal.
  • Kelainan jantung. Dalam hal ini yang sering terjadi adalah Patent Ductus Arteriosus (adanya hubungan antara aorta dengan pembuluh darah jantung yang menuju ke paru-paru).
  • Kelainan usus yang disebabkan imaturitasnya dalam menerima nutrisi.
  • Anemia.
  • Infeksi.

Biasanya, saat berat badan bayi sudah mencapai 2000 – 2250 gram, ia sudah bisa dibawa pulang. Tentu setelah dicoba keluar dari inkubator dan dinilai apakah mampu beradaptasi dengan suhu kamar.

Setelah di rumah, yang paling penting diperhatiakan adalah nutrisi  dan  pemberian ASI yang cukup. Ini berguna agar berat badan bayi secepatnya bisa mencapai berat  yang seharusnya ( sekitar 2500 – 3000 gram).

Merawat bayi prematur
Bayi prematur memiliki kekuatan / tonus  otot masih lemah dan ia tidak banyak bergerak. Mereka juga lebih mudah kekurangan kalsium dan zat besi,  juga kadar gula darah yang lebih mudah turun. Kulitnya masih sangat merah dan keriput, kepalanya relatif lebih besar dibanding tubuhnya, tulang kepalanya teraba lunak, dan mereka lebih mudah menjadi kuning dan jika hal ini terjadi, dan bayi menjadi malas minum, segera bawa ke dokter. Memang sedih melihat tubuhnya yang begitu ringkih, tapi ibu tak perlu khawatir karena saat ini perawatan bayi prematur sudah amat modern.

Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin mungil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan.  Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan > 34 minggu (berat lahir > 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menyusu ASI dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menyusu pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bila bayi belum ada refleks menelan atau amat lemah hingga tak bisa menelan, susu diberikan langsung ke saluran cernanya lewat selang. Untuk bayi yang sangat prematur atau sakit, nutrisi bisa diberikan lewat infus langsung ke pembuluh darah.

Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang infus hingga akhirnya bisa menyusu pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur  dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stress, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stress oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya /dirawat di RS, dapat menghambat produksi ASI.

Mewaspadai gangguan pernapasan bagi si mungil
Apnea
Bayi prematur seringkali berhenti bernapas beberapa saat, disebut apnea. Apne sering ditemukan, terutama bila umur masa kehamilan di bawah 34 minggu. Oleh karena itu alat pantau sebaiknya dipasang sampai umur masa kehamilan mendekati 34 minggu.

Kebanyakan bayi bernapas kembali cukup dengan stimulasi seperti  tepukan lembut di kakinya.

Sindroma Gawat Napas / Respiratory distress syndrome (RDS)
Bayi-bayi yang sangat kecil (lahir di bawah usia kehamilan 28 minggu) belum cukup memiliki surfaktan, suatu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup. Paru-paru yang menguncup/kolaps tak bisa menangkap oksigen yang diperlukan untuk tubuh. Kondisi kekurangan surfaktan ini bisa menyebabkan penyakit membran hialin atau respiratory distress syndrome. Selama pernapasan bayi prematur belum normal, bayi akan mendapatkan bantuan oksigen, artinya bayi akan dirawat di tempat khusus  yaitu Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

Thursday, 1 December 2011

Kesehatan bayi


Tips menjaga kesehatan bayi dan balita Anda:

Jemur bayi di pagi hari
Menjemur bayi di pagi hari baik untuk menghangatkan tubuhnya, dan penting bagi bayi yang lahir berwarna kuning. Tidak perlu lama-lama cukup 10-15 menit saja sebelum jam 8 pagi. Karena sinar matahari pagi dapat menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagai urine.

Susu botol saat bayi tidur
Sebenarnya susu botol untuk bayi hanya untuk meringankan tugas anda. Karena memberikan susu botol pada bayi yang bangun di malam hari dapat membuat anda lebih praktis dan bayi pun cepat tidur lagi. Tapi sesungguhnya susu botol dapat mengganggu perkembangan bayi. Endapan susu dapat berkumpul di bagian gusi anak. Selain itu, si kecil jadi mudah terikena infeksi telinga, karena susu yang diminum bisa masuk kesaluran eustachius. Saluran ini adalah penghubung antara tenggorokan bagian belakang dan telinga bagian belakang. Jadi, bila harus memberikan susu botol, angkat sedikit kepala bayi. Setelah itu tidurkan tanpa botol susu. Memang sedikit repot, tapi ini demi kesehatan bayi anda.

Mandi air dingin membuat bayi kuat
 Memandikan bayi dengan air dingin bisa membuat bayi lebih kuat daya tahan tubuhnya. Pernyataan ini merupakan mitos. Sesungguhnya air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat sehingga makanan di dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Jika hal ini terjadi bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya menjadi mudah sakit. Bayi harus dimandikan dengan air hangat. Jangan berlama-lama memandikan bayi.

Bayi berliur
Bayi hingga usia 4 tahun, akan aktif memproduksi air liur. Tapi bila air liur berlebihan, kemungkinan terjadi peradangan atau infeksi di rongga mulut. Air liur juga bisa menjadi tanda-tanda bila bayi akan tumbuh gigi. Air liur pada bayi bukan terjadi akibat keinginan ibu waktu mengandung tidak terpenuhi.

Bayi mengompol
Sampai usia dua tahun, kontrol air seni bayi belum sempurna, sehingga wajar saja bila bayi masih mengompol. Meskipun tidak ada salahnya untuk mengajarkan bayi buang air sejak dini, sehingga bayi bisa lebih cepat mengontrol kandung kemihnya. Bila sampai usia di atas dua tahun masih mengompol, waspadai kemungkinan masalah biologis atau psikologisnya.

Gumoh (muntah sedikit) sesudah makan
Gumoh adalah mengeluarkan cairan makanan atau minuman sesudah ia makan atau minum susu. Ini terjadi pada bayi jika ia kekenyangan atau banyak udara yang terikut masuk saat ia makan atau minum susu. Gumoh juga bisa terjadi bila bayi dipakaikan gurita dengan kencang. Bisa juga terjadi bila anda salah memposisikan anak saat makan, misalnya makan dengan posisi tidur terlentang. Bila tidak mengalami hal-hal tersebut, bayi tidak akan gumoh. Usakanlah untuk membuat bayi bersendawa ketika habis makan atau minum.

Menggendong bayi
Menggendong bayi pun dapat membuat bayi lebih tenang, namun tidak membuat bayi melatih emosinya. Bayi yang terbiasa di gendong akan lebih senang digendong sampai ia agak besar, ia akan malas untuk berjalan. Bila otot lehernya mulai kuat, ia sudah bisa mengontrol kepala dengan baik. Ajaklah bayi bermain dengan cara mengangkat bayi tingi-tinggi, mengayunkannya, dan beberapa variasi menggendong bayi lainnya. Cara ini dapat membantu melatih anak mengontrol emosinya.

Mengempeng
Mengempeng dibawah usia 2 tahun masih dianggap wajar, namun jika bayi hingga usia di atas 2 tahun masih kecanduan mengempeng bisa menyebabkan gangguan psikologis. Untuk itu usahakan untuk mengalihkan kegiatan anak agar bayi bisa berhenti mengempeng.

Anak berkeringat
Keringat yang keluar berlebihan itu bukan pertanda sehat. Ada gangguan tertentu, seperti stres, fungsi kelenjar gondok yang berlebihan, rendahnya kadar gula, dan berat badan yang berlebih. Sebaiknya anda waspada jika keringat anak berlebihan.

Vitamin untuk anak
Bila pola makan anak bagus penambahan vitamin tidak terlalu diperlukan. Jika ingin tetap memberikan vitamin tambahan kepada anak, berikanlah sesuai kebutuhan. Misalnya vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, vitamin penambah zat besi, dan sebagainya.

Imunisasi
Banyak hal yang mempengaruhi kesehatan bayi. Selain konsumsi makanan dan minuman yang penuh gizi, istirahat, dan cukup mendapatkan kasih sayang, bayi juga membutuhkan imunisasi yang dapat melindungi bayi dari penyakit-penyakit berbahaya.

Imunisasi merupakan sistem kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi hingga nanti tumbuh dewasa. Ada imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada bayi yaitu: BCG, DPT, Hepatitis B, Polio dan campak.

BCG diberikan untuk menghindari tertularnya penyakit TBC.
Polio diberikan bersamaan dengan DPT untuk melindungi bayi dari penyakit Tetanus.
Campak berguna untuk mencegah agar bayi tidak terkena campak berulang.

Pemberian imunisasi pada bayi juga harus didukung dengan peningkatan gizi makanan sehingga daya tahan dan sistim kekebalan tubuh bayi sangat kuat.
 
Pemberian imunisasi dapat menimbulkan demam, namun tak perlu kuatir tentang hal ini, cukup berikan obat penurun panas sesuai dengan anjuran dokter atau kompres hingga demam bayi anda turun. Bila panas tidak turun dalam 3 hari, barulah bawa bayi anda ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Kesehatan bayi tergantung bagaimana orang tua dapat merawat bayi dengan baik. Karena itu rawatlah bayi sebaik mungkin untuk mendapatkan kesehatan bayi yang baik dan perkembangan bayi pun baik pula.

Friday, 25 November 2011

Susu Bayi


Susu Formula untuk Bayi

Selain mememperhatikan usia, dalam memilih susu formula yang tepat juga perlu diperhatikan apakah bayi Anda bermasalah atau tidak. Tentunya, apa saja kandungan gizi pada susu formula tersebut perlu Anda ketahui.

Memilih susu formula untuk bayi, tidak semudah yang dibayangkan. kini begitu banyak produk susu formula yang ditawarkan, dari yang biasa hingga yang berlabel mengandung zat gizi tambahan yang penting untuk bayi.
Berikut tips untuk memilih susu formula:

SESUAIKAN USIA
Susu formula dibagi dalam 2 golongan usia, yaitu susu formula awal untuk bayi usia 0-6 bulan dan susu formula lanjutan untuk bayi usia 6-12 bulan. Perbedaan ini disebabkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke bawah belum sempurna. Selain itu kebutuhan gizi untuk bayi usia 6 bulan ke bawah tak sama dengan bayi di atas 6 bulan.

ADA 3 JENIS SUSU FORMULA
Susu formula juga dibedakan berdasarkan tingkat alergi bayi terhadap susu, ada 3 jenis susu formula, yaitu susu formula biasa, susu kedelai dan susu elemental.
Untuk mengetahui apakah bayi bermasalah atau tidak dengan susu formula biasa, dapat diketahui dengan beberapa tanda seperti bayi senang mengkonsuminya dan tidak mencret atau sering menangis karena sakit perut berarti bayi cocok dengan susu tersebut. Namun jika. bayi tak mau mengkonsumsinya atau muncul masalah seperti mencret-mencret, ini menandakan bayi tidak cocok dengan susu formula biasa.
Kandungan gizi susu formula yang baik tentunya yang mendekati ASI. Namun bukan berarti susu formula sama dengan ASI. Bagaimanapun juga tidak ada susu formula yang bisa menyamai ASI. ASI tetap merupakan makanan yang paling baik untuk bayi karena semua zat gizi yang dibutuhkan terkandung di dalamnya.

KOMPONEN ZAT GIZI YANG PERLU DIPERHATIKAN
Ada sejumlah komponen zat gizi yang perlu di perhatikan sebelum membeli sebuah produk susu formula. 

1. Energi
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi atau tenaga.

2. Protein
Zat gizi ini diperlukan untuk berbagai proses pertumbuhan. Asam amino adalah unsur yang menyusun protein, sedangkan asam amino ensensial merupakan unsur asam amino yang harus dipasok dari luar karena tubuh tak bisa mengolahnya.

3. Lemak
Merupakan sumber energi dan penghasil asam lemak yang diperlukan untuk proses biokimia dalam sel. Dalam susu formula bila ada asam lemak esensial linolenat (Omega-3) dan linoleat (Omega-6) lebih baik karena diperlukan untuk mensuplai kebutuhan pertumbuhan sel-sel otak.

4. Vitamin dan Mineral
Berfungsi sebagai zat pengatur berbagai proses biokimia yang berlangsung dalam setiap sel dan jaringan tubuh.
Vitamin-vitamin yang harus diperhatikan ialah:

* Vitamin B-komplek, terdiri dari:
B1 (tiamin), berfungsi untuk membantu pengolahan energi. Kekurangan vitamin ini dapat mengakibatkan penyakit beri-beri.
B2 (riboflavin), berfungsi dalam proses pengolahan energi dari protein dan mensuplai nukleotida (unsur yang diperlukan dalam beberapa proses sel-sel tubuh). Kekurangan vitamin ini bisa membuat kulit bersisik, timbul koreng-koreng di sekitar mulut, hidung dan gangguan kulit lainnya.
B5 (asam pantotenat), berperan membatu proses pengolahan energi. Kekurangan asam pantotenat ditandai pusing kepala, sulit tidur (insomnia), kejang-kejang dan mual-mual.
B6 (pyridoksin), berfungsi dalam proses perubahan protein menjadi asam amino dan neurotransmitter (senyawa yang diperlukan sel-sel otak). Kekurangan vitamin ini mengakibatkan nafsu makan berkurang, kehilangan berat badan, muntah-muntah, dan diare, serta anemia.
B12 (sianokobalamin), antara lain membantu proses pengolahan sel-sel darah merah. Kekurangan viamin ini dapat menyebabkan anemia (kurang darah).

Niasin (nikotinamida), berfungsi untuk proses pengolahan energi menurunkan kadar kolesterol darah. Kekurangan niasin akan menimbulkan penyakit kulit yang disebut pellagra dan dermatitis, diare dan dimensia (gangguan daya ingat).

Asam folat (folic acid), berfungsi mencegah anemia megaloblastik (sel darah membesar tapi rawan pecah atau rusak). Tanda kekurangannya adalah hilang nafsu makan, berat badan turun, pelupa bahkan bisa pingsan.

Biotin, berfungsi membantu pembentukan asam lemak, asam amino, dan purin. Kekurangan biotin bisa berakibat dermatitis, kulit gatal, rambut mudah rontok.

* Vitamin C, membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sebagai penawar racun atau antioksidan. Kekurangan vitamin C menyebabkan mulut mudah sariawan dan badan mudah sakit-sakitan.
* Vitamin A, berfungsi mengatur pertumbuhan tulang dan gigi serta penglihatan. Kurang vitamin A berakibat menggangu pertumbuhan tulang, penglihatan dan kecerdasan. Di Indonesia masih terdapat masalah kurang vitamin A pada balita. Makanya, setiap bulan Februari dan Agustus dijadikan bulan pemberian Vitamin A kepada selurih balita di posyandu.
* Vitamin D, berfungsi membantu proses pertumbuhan tulang. Kurang vitamin D akan mengganggu pertumbuhan tulang. Namun tak perlu khawatir karena vitamin D juga dapat diperoleh dengan berjemur pada waktu pagi sebelum pukul 09.00.
* Vitamin E, diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh untuk melindungi sel-sel dari serangan senyawa beracun dan proses reproduksi. Kurang vitamin E bisa mengakibatkan kulit cepat keriput atau menua dan terganggunya sel-sel reproduksi.
* Vitamin K, diperlukan dalam pembekuan darah dan pembentukan tulang. Kurang vitamin K berakibat tulang cepat rapuh dan kalau luka darah lebih lama membeku.

Sedangkan mineral-mineral yang perlu diperhatikan ialah:
* Kalsium dan fosfor, diperlukan untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang. Kekurangan mineral ini, pertumbuhan tulang terganggu dan pada saat tua akan mudah terkena osteoporosis atau tulang jadi rapuh.

* Yodium (I), diperlukan untuk perkembangan otak dan kelenjar tiroid. Kekurangan yodium berakibat anak menjadi kretin, IQ rendah, terhambat perkembangan mentalnya atau idiot. Di Indonesia, gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) masih merupakan masalah gizi utama yang banyak terjadi di daerah pengunungan. Untuk menanggulanginya pemerintah menggalakan upaya pencegahan dengan program yodisadi garam seperti yang diiklankan di TV.

* Fe (zat besi), diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan pengolahan energi serta sel-sel otak; merupakan salah satu mineral yang sangat penting karena dapat mencegah terjadinya anemia pada bayi. Anemia masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia terutama pada balita, kaum wanita dan kelompok usia produktif. Kepada ibu hamil menyusui biasanya diberikan tablet tambah darah. Sementara pada anak yang menyusu ASI tak dianjurkan mendapat tablet besi karena sudah cukup mendapatkannya dari ASI.

* Zn (seng), diperlukan untuk pertumbuhan badan dan organ reproduksi serta meningkatkan daya tahan tubuh. Kekurangan seng pada balita akan menghambat pertumbuhan, kecerdasan dan terhambatnya perkembangan organ reproduksi atau alat kelamin.

* Selenium, diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan senyawa beracun. Kekurangan selenium pada bayi membuatnya mudah sakit-sakitan dan mengganggu pertumbuhan badannya.

* Flour (F), diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi. Penting untuk bayi yang sedang tumbuh.

Nah, jika semua zat gizi di atas telah tercantum pada label susu formula berarti telah terpenuhi kebutuhan dasar untuk proses perkembangan bayi.

ANJURAN KECUKUPAN GIZI HARIAN UNTUK BAYI

Zat Gizi Usia 0-6 Bulan Usia 6-12 Bulan
Energi (kalori/Kkl) 560 800
Protein (gram/g) 12 15
Lemak linolenat (g) 0.5 0,5
linolenat(g) 3.0 3.0


Vitamin
A(RE) 350 350
B6 (mg) 0.3 0.6
B12(mg) 0.1 0,1
C(mg) 30 35
D(mkg) 7.5 10
E(mg) 3.0 4.0
K (mg) 5.0 10
Tiamin(mg) 0.3 0.4
Riboflarin(mg) 0.3 0.5
Niasin(mg) 2.5 3.8
Asam Folat(mkg) 22 32


Mineral
Fe(mg) 3 5
Iodium(mkg) 50 70
Zn(mg) 3 5
Kalsium(mg) 300 500
Fosfor(mg) 200 250
Selenium(mkg) 10 15