Showing posts with label kesehatan bayi. Show all posts
Showing posts with label kesehatan bayi. Show all posts

Saturday, 12 May 2012

kebutuhan gizi bayi


Di usia 0 hingga 6 bulan, sumber gizi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung gizi yang sangat lengkap sehingga sudah mencukupi standar kebutuhan gizi bayi.

Sementara bagi bayi di usia lebih dari 6 bulan memerlukan asupan makanan pendamping ASI sebagai tambahan sumber gizi bayi.

Wednesday, 14 March 2012

Tempat tidur bayi



Menanti kelahiran si kecil adalah saat-saat yang bahagia dan dinantikan bagi seluruh keluarga.  Semua di persiapkan dengan hati-hati untuk menjaga kenyamanan si kecil.  Salah satu nya adalah memilih tempat tidur bayi.  
  
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih tempat tidur bayi:
  • Apakah si kecil akan berbagi tempat tidur dengan Anda sampai cukup mandiri?
  • Apakah si kecil hanya akan berbagi tempat tidur dengan Anda sementara saja?
  • Apakah si kecil akan di biasakan untuk tidur di tempat nya sendiri?
  • Apakah si kecil mempunyai kakak yang masih tidur bersama Anda? Apakah si kakak sudah siap pindah tempat tidur ?
  • Apabila si kecil akan tidur di tempatnya sendiri? Berapa lama Anda harapkan tempat tidur tersebut dapat memadai untuk si kecil? 6 bulan? 1 tahun? 3 tahun?
  • Apabila si kecil akan tidur di tempatnya sendiri, apakah itu akan berada di kamar yang sama atau kah berbeda kamar dengan Anda? 

Tuesday, 13 March 2012

Menghilangkan kebiasaan isap jari pada bayi


Pada bulan-bulan pertama bayi memang memiliki insting untuk mengisap jari, bahkan kebiasaan ini sudah dilakukan sejak di dalam kandungan.

Kebiasaan
isap jari ini bisa saja menjadi kebiasaan untuk membuatnya merasa nyaman saat mereka merasa lapar, ketakutan, gelisah, kesepian atau bahkan bosan. Sebagian besar anak-anak berhenti dengan sendiri untuk menghisap jari pada usia 3 hingga 6 bulan, sehingga tidak akan menimbulkan masalah.

Sunday, 11 March 2012

Bayi Kuning


Bayi kuning atau jaundice adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah tinggi dan terjadi pada minggu pertama kehidupan sang bayi. Kadar bilirubin dalam darah bersifat toksik bagi perkembangan system saraf pusat bayi, hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang tidak bisa diperbaiki lagi. Oleh karena itu, butuh penanganan dokter dengan segera dan tepat. 

Hampir 60% bayi yang baru lahir akan terlihat kuning pada minggu pertama setelah mereka lahir. Sekitar 5-10% dari mereka membutuhkan penanganan khusus karena kadar bilirubinnya yang secara signifikan tinggi, sehingga dibutuhkan fototerapi. Tetapi jangan khawatir, pada kebanyakan kasus kondisi tersebut tidak berbahaya sehingga tidak dibutuhkan penanganan khusus.

Friday, 3 February 2012

BAB Bayi

Buang Air Besar atau BAB pada setiap orang memiliki frekuensi yang bervariasi. Beberapa orang BAB sampai tiga kali sehari, yang lain mungkin hanya tiga kali seminggu. BAB masih termasuk normal apabila orang tersebut masih merasa nyaman. Namun, bila Anda merasa perut kembung dan kesulitan untuk mengeluarkan kotoran, ini berarti Anda sudah mengalami kondisi yang disebut sembelit (konstipasi). 

Pada orang dewasa konstipasi didefinisikan sebagai buang air besar keras (segi konsistensi) atau tidak buang air besar lebih dari 3 hari (segi frekuensi). Sedangkan pada bayi dan anak, pengertian konstipasi adalah (1) rasa nyeri menangis saat buang air besar, ATAU (2) tidak dapat mengeluarkan tinja setelah mengedan lebih dari 10 menit, ATAU (3)tidak buang air besar lebih dari 3 hari (kecuali bayi ASI eksklusif yang berusia lebih dari 1 bulan). Pada anak dan bayi tidaklah mudah menentukan konstipasi atau bukan, karena anak mempunyai pola buang air besar yang berbeda dengan orang dewasa. Periksakanlah anak anda ke dokter bila anda mencurigai ada masalah konstipasi.

Monday, 19 December 2011

Tips Perawatan Bayi


TIPS PERAWATAN BAYI

Menjemur bayi di pagi hari
Untuk menghangatkan tubuhnya, bayi perlu dijemur di pagi hari. Menjemur bayi di pagi hari tidak perlu dilakukan setiap hari. Sekalipun anda menjemur bayi anda, tidak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja sebelum jam delapan pagi. Hal ini penting bagi bayi yang lahir berwarna kuning. Karena sinar matahari pagi dapat menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagai urine.

Susu botol saat bayi tidur
Susu botol sebenarnya dapat mengganggu perkembanganbayi. Endapan susu dapat berkumpul di bagian gusi anak. Selain itu, si kecil jadi mudah terikena infeksi telinga, karena susu yang diminum bisa masuk kesaluran eustachius. Saluran ini adalah penghubung antara tenggorokan bagian belakang dan telinga bagian belakang. Meskipun sebenarnya susu botol untuk bayi dapat meringankan tugas anda. Karena memberikan susu botol pada bayi yang bangun di malam hari dapat membuat anda lebih praktis dan bayi pun cepat tidur lagi. Jika Anda harus memberikan susu botol, angkat sedikit kepala bayi. Setelah itu tidurkan tanpa botol susu. Memang sedikit repot, tapi ini demi kesehatan bayi anda.

Mandi air dingin membuat bayi kuat
 Sesungguhnya air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat. Sehingga makanan di dalam tubuh bisa habis untuk mengatur suhu tubuh. Bayi bisa kehabisan tenaga dan akhirnya menjadi mudah sakit. Bayi harus dimandikan dengan air hangat. Jangan berlama-lama memandikan bayi dan usahakan anak langsung dalam keadaan hangat setelahnya.

Bayi berliur
Bayi berliur merupakan hal yang sangat wajar. Sebab hingga usia bayi 4 tahun, akan aktif memproduksi air liur. Tapi bila air liur berlebihan, kemungkinan terjadi peradangan atau infeksi di rongga mulut. Air liur juga menjadi tanda-tanda bila bayi akan tumbuh gigi. Air liur pada bayi bukan terjadi akibat keinginan ibu waktu mengandung tidak terpenuhi.

Bayi mengompol
Sampai usia diatas dua tahun, wajar saja jika bayi masih mengompol. Karena kontrol air seninya belum berfungsi sempurna. Meskipun demikian, mengajarkan bayi buang air lebih dini akan lebih baik, sehingga di usia dua tahunan ia sudah bisa mengontrol kandung kemihnya. Bila sampai usia di atas dua tahun masih mengompol, waspadai kemungkinan masalah biologis atau psikologisnya.

Gumoh (muntah sedikit) sesudah makan
Gumoh adalah mengeluarkan cairan makanan atau minuman sesudah ia makan atau minum susu. Ini terjadi pada bayi jika ia kekenyangan atau banyak udara yang terikut masuk saat ia makan atau minum susu. Gumoh juga bisa terjadi bila bayi dipakaikan gurita dengan kencang. Bisa juga terjadi bila anda salah memposisikan anak saat makan, misalnya makan dengan posisi tidur terlentang. Bila tidak mengalami hal-hal tersebut, bayi tidak akan gumoh. Usakanlah untuk membuat bayi bersendawa ketika habis makan atau minum.

Menggendong bayi
Menggendong bayi merupakan kebiasaan para keluarga, terutama bila bayi tersebut anak atau cucu pertama. Memang ada kebahagiaan tersendiri sewaktu kita menggendong bayi. Menggendong bayi pun dapat membuat bayi lebih tenang, namun tidak membuat bayi melatih emosinya. Bayi yang terbiasa di gendong akan lebih senang digendong sampai ia agak besar, ia akan malas untuk berjalan. Hal ini akan membuat anda susah nantinya, terutama karena tubuh bayi yang semakin besar dan berat. Bila otot lehernya mulai kuat, ia sudah bisa mengontrol kepala dengan baik. Anda boleh mengajaknya bermain dengan mengangkat bayi tingi-tinggi, mengayunkannya, dan beberapa variasi menggendong bayi lainnya. Cara ini dapat membantu melatih anak mengontrol emosinya.

Mengempeng
Banyak orang yang beranggapan anak mengempeng itu wajar. Masih bisa dikatakan wajar jika dilakukan oleh anak di bawah dua tahun. Di atas usia dua tahun anak yang kecanduan mengempeng, baik itu menggunakan empeng (dot) atau dengan ibu jarinya, bisa mengalami gangguan psikologis. Usahakan untuk mengalihkan kegiatan anak untuk melatihnya berhenti mengempeng.

Anak berkeringat
Anggapan bahwa anak yang selalu dan banyak berkeringat itu sehat tidaklah benar. Sebenarnya keringat yang keluar berlebihan itu bukan pertanda sehat. Namun ada gangguan tertentu, misalnya stres, fungsi kelenjar gondok yang berlebihan, rendahnya kadar gula, dan berat badan yang berlebih. Sebaiknya anda waspada jika keringat anak berlebihan.

Vitamin untuk anak
Bila pola makan anak bagus, sebenarnya tambahan vitamin tidak terlalu diperlukan. Jika ingin tetap memberikan vitamin tambahan kepada anak, berikanlah sesuai kebutuhan, karena vitamin sangat bermanfaat jika anak memang sangat membutuhkannya. Misalnya vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, vitamin penambah zat besi, dan sebagainya.

Friday, 16 December 2011

Bayi Diare


Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Bayi Diare

Diare merupakan keadaan di mana seseorang menderita mencret-mencret atau buang air berkali-kali, tinjanya encer dan kadang-kadang muntah.

Diare memang sering menyerang anak bayi dan tidak memandang usia. Usia bayi yang rentan terkena diare adalah 12 hingga 24 bulan.

Bayi diare adalah hal yang wajar karena pencernaannya memang sedang beradaptasi dengan berbagai makanan dan minuman yang masuk. Oleh sebab itu, makanan dan minuman bisa menjadi salah satu penyebab diare. Makanan yang terlalu asam, terlalu manis atau asin bisa menyebabkan anak bayi terkena diare. Selain itu, bisa saja anak memang memiliki alergi terhadap makanan tertentu seperti telur dan ikan.

Beberapa penyebab bayi diare yang terpenting adalah :
·      Karena peradangan usus, misalnya : kholera, disentri, bakteri-bakteri lain, virus dsb.
Virus yang sering menjadi penyebab diare bernama Rotavirus. Biasanya Rotavirus menyerang anak bayi usia 6 bulan hingga 1 tahun. Sedangkan bakteri yang menyebabkan diare seperti vibrio cholera, salmonella dan sebagainya. Virus dan bakteri ini ditularkan bisa melalui udara, air atau makanan dan minuman.

·      Karena kekurangan gizi misalnya : kelaparan, kekurangan zat putih telur.
Anak bayi yang kurang gizi akan mudah mengalami dehidrasi dan tidak mampu untuk melawan kuman penyakit diare.

·      Karena keracunan makanan.

·      Karena tak tahan terhadap makanan tertentu, misalnya : si anak tak tahan meminum susu yang mengandung lemak atau laktosa.
Anak bayi yang mengonsumsi susu bayi formula secara berlebihan bisa terkena diare. Bayi membutuhkan laktose yakni suatu enzim yang digunakan untuk mencerna laktosa. Jika bayi tidak bisa memproduksi enzim laktose dalam jumlah yang cukup maka bayi tidak bisa mentoleransi makanan yang mengandung laktosa dan kemudian mengalami diare.

Pemberian obat kimia dan obat antibiotik juga bisa menyebabkan diare. Antibiotik biasanya diberikan saat bayi sedang dalam masa penyembuhan suatu penyakit. Antibiotik ini malahan bisa ikut membunuh bakteri baik yang hidup dalam pencernaan. Akibatnya terjadilah diare.

Faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab bayi diare. Kondisi kamar bayi dan rumah harus bersih. Begitupula dengan kualitas dari air yang akan dikonsumsi bayi harus terjamin kebersihannya. Segala sesuatu yang dipegang dan bahkan yang akan masuk ke dalam mulut bayi tidak boleh kotor. Sebut saja botol susu bayi yang tidak bersih maka akan mudah tercemar oleh kuman dan berpotensi menyebabkan diare.

 Diare dapat menyebabkan dehidrasi, jika penderita diare mengalami dehidrasi yang parah dapat menyebabkan kematian.
Untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh sebagai akibat diare maka minumlah garam ORALIT. Minumkanlah cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau. 1 bungkus kecil oralit dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc)

Jika oralit tidak ada, bisa dibuat dengan : LARUTAN GARAM GULA.
Ambillah air teh (masak) 1 gelas.
Masukkan dua sendok teh peres gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur.
Diaduk rata dan diberikan kepada penderita sebanyak mungkin ia mau minum.

Bila diare tak terhenti dalam sehari atau penderita lemas sekali bawalah segera ke Puskesmas.

Pencegahan diare dapat dilakukan hal berikut:
Berak di kakus, tidak di kali, pantai, sawah atau sembarang tempat.
Cuci tangan sebelum makan, dan sesudah buang air besar.
Minum air dan makanan yang sudah dimasak
Susui bayi anda selama mungkin, di samping makanan lainnya sesuai umur.
Bayi yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya.


Thursday, 8 December 2011

Bayi 7 bulan


Perkembangan bayi 7 bulan

Bayi 7 bulan biasanya sudah bisa duduk dan akan lebih banyak menghabiskan hari-harinya dalam posisi ini. Bahkan kebanyakan bayi 7 bulan sudah bisa duduk dengan tanpa ditopang sama sekali.

Namun sesekali bayi masih kehilangan keseimbangan dan terjerembab ke lantai. Ada baiknya jika ia didudukkan di tempat yang agak empuk tapi solid, atau Anda juga bisa meletakkan bantal-bantal di belakangnya untuk berjaga-jaga.

Bayi 7 bulan akan mulai melihat benda-benda menarik yang berada dalam jangkauannya, dan akan mencoba untuk meraihnya. Bahkan jika ia sedang dalam posisi duduk, maka ia akan mulai menyondongkan tubuhnya ke depan. Tahap selanjutnya, ia akan berlutut sambil bertopang dengan kedua tangannya. Perkembangan ini merupakan kemajuan yang sangat baik dan akan menjadi “modal” bagi si bayi untuk merangkak.

Bayi 7 bulan akan berusaha mengambil benda yang berada di luar jangkauan dengan merayap di atas perutnya, atau ada juga yang sambil dalam posisi duduk beringsut-ingsut di atas pantatnya menghampiri benda tadi, ada pula yang merangkak, bahkan sebagian kecil bayi ada yang mencoba berdiri tegak dan berjalan untuk berusaha mengambil benda tersebut.

Perlu Anda ketahui, para ahli menganggap bahwa “merangkak” itu sendiri BUKAN merupakan suatu pencapaian yang harus dilalui oleh setiap bayi. Makanya, jangan heran kalau ada bayi yang bisa berjalan TANPA sebelumnya bisa merangkak terlebih dahulu. Bayi seperti ini melewatkan fase merangkak. Bahkan sebagian bayi ada juga yang baru bisa merangkak menjelang usia 1 tahun.

Yang merupakan sebuah pencapaian adalah melihat benda-benda yang berada di luar jangkauan si bayi dan berusaha untuk mendapatkannya. Apabila bayi Anda sudah menunjukkan “gejala” ini, berarti ia sedang memperbaiki perkembangan kognitif dan motoriknya.

Normalnya, bayi 7 bulan sudah memiliki mobilitas yang tinggi dan sudah mulai “merambah” ke seputar rumah, maka pastikan rumah Anda aman untuknya.

Yang perlu dilakukan untuk menghindari bahaya bagi si kecil:
  • Tutuplah stop kontak yang mungkin terjangkau oleh bayi Anda
  • Tutupi ujung-ujung tajam yang terdapat pada meubel di rumah Anda yang dapat terjangkau olehnya
  • Perhatikan kalau ada bagian meubel yang rusak yang bisa membahayakannya
  • Berikan semacam pagar pendek pada mulut tangga yang ada di rumah Anda
 Bayi 7 bulan mungkin juga akan menemukan permainan menyenangkan seperti menjatuhkan sesuatu dan meminta orangtua mengambilkannya. Memungut barang yang jatuh lagi dan lagi mungkin memberikan kegembiraan besar pada seorang anak.

Pertumbuhan gigi biasanya aktif selama masa ini. Gigi pertama, di rahang bawah, biasanya adalah yang terburuk. Bayi akan senang meraba-raba gusi dan mulut, meletakkan jari-jari di telinga mereka. Ini harus di awasi, karena bisa berbahaya bagi kesehatan bayi. Bila mereka terus menariki satu telinga dan tampak lekas marah atau terganggu, mereka mungkin memiliki infeksi telinga dan harus diperiksa oleh dokter.

Tuesday, 6 December 2011

Gizi Bayi


Makanan terbaik untuk bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambanhnya umur bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah ASI.

Makanan yang diberikan pada bayi dan anak akan digunakan untuk pertumbuhan badan, karena itu status gizi dan pertumbuhan dapat dipakai sebagai ukuran untuk memantau kecukupan gizi bayi dan anak.

Lima kebutuhan gizi bayi yang harus dipenuhi agar perkembangan bayi dapat tumbuh optimal.
Karbohidrat
Bahan baku menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bayi.
Sumber: beras, beras merah, tepung maizena, tepung roti, macaroni, pasta, kentang, havermut.

Protein
Bahan utama pembentukan berbagai struktur organ, terutama tulang dan otot, termasuk sel-sel saraf otak.
Sumber: susu dan hasil olahannya (keju, krim dan yoghurt), daging (ternak, unggas, ikan), telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah)

Lemak
Bahan utama sumber energi, dan dibutuhkan oleh beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamil A, agar dapat diserap oleh tubuh.
Sumber: minyak sayur (terutama minyak jagung, minyak wijen, dan minyak bunga matahari), santan, mentega atau margarin.

Vitamin dan mineral
Memperlancar berbagai proses metabolisme di dalam tubuh, termasuk proses penghantaran perintah di antara sel-sel saraf.
Sumber: bayam daun kangkung, brokoli, labu kuning, buncis muda, jagung, jamur merang,, kacang kapri, wortel, pisang, jeruk, tomat, papaya, semangka, alpukat, melon, pir, dan apel.

Air
Memuaskan rasa haus bayi dan membantu melancarkan kerja pencernaan bayi.
Sumber: ASI/PASI, air putih matang, sari buah segar dan makanan berkuah.

Semua nutrisi bayi harus diberikan dalam kadar yang seimbang. Sumber masalah kesehatan anak-anak adalah jika asupan tidak seimbang, terutama jika hanya beberapa jenis zat gizi yang dikonsumsi bayi. Kecukupan gizi tentu akan mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Kebutuhan gizi bayi
Usia bayi 0-6 bulan dengan berat 6,0 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan perharinya adalah:

Energi 550 kkal
Protein 10 g
Vitamin A 375 RE
Vitamin D 5 mcg
Vitamin E 4 mg
Vitamin C 40 mg
Vitamin B12 0/4 mcg
Kalsium 200 mg
Besi 0.5 mg
Seng 1.3 mg

Dampak kelebihan dan kekurangan gizi pada bayi
Pemberian makanan yang berlebihan energi dapat menyebabkan obesitas, sedangkan kelebihan zat gizi esensial dalam jangka waktu lama akan menyebabkan penimbunan zat gizi tersebut dan menjadi racun bagi tubuh.

Sebaliknya kekurangan energi dalam jangka waktu lama berakibat menghambat pertumbuhan dan mengurangi cadanngan energi dalam tubuh sehingga terjadi gizi buruk atau marasmus.

Makanan yang Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
  • Bubur tepung beras/beras merah, dimasak dengan menggunakan cairan air/kaldu daging/sayuran, susu formula, ASI atau air.
  • Bubur tepung baik tepung maizena, dimasak dengan kaldu atau susu formula/ASI
  • Pure buah atau buah yang dihaluskan, seperti pisang, papaya, melon, apel, avokad.
  • Pure sayuran, sayuran yang direbus kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sayuran yang dianjurkan, kacang polong, kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning. Selama memblender sayuran sebaiknya ditambah dengan kaldu atau air matang agar tekstur sayuran dapat lembut.
  • Pure Kacang, kacang merah/kacang hijau/kacang polong yang direbus dengan kaldu hingga empuk kemudian di haluskan dengan blender. Pastikan blender dan alat saji berlabel food grade agar aman bagi bayi.
  • Daging, pilih yang tidak berlemak
  • Ayam, pilih daging ayam kampung muda tanpa tulang, kulit dan lemak.
  • Ikan, pilih daging ikan tanpa duri seperti fillet salmon, fillet ikan kakap dan gindara.
 Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Bayi Usia 4-6 bulan
  • Semua jenis makanan yang mengandung protein gluten, biasanya terdapat di dalam tepung terigu, barley, biji kandum, cookies dari tepung terigu dan havermut. Protein gluten di dalam bahan pangan ini seringkali menyebabkan reaksi gluten intolerance yang menyebabkan perut kembung, mual dan diare pada bayi.
  • Hidari pemberian gula, garam, bumbu masak/penyedap rasa terhadap makananbayi.
  • Makanan terlalu berlemak
  • Buah terlalu asam, seperti jeruk, sirsak
  • Makanan terlalu pedas atau berbumbu tajam, hindari cabe, lada dan asam
  • Susu sapi dan olahannya. Khususnya untuk bayi yang memiliki reaksi alergi terhadap susu sapi atau lactose intolerance
  • Buah-buahan mengandung gas, durian, cempedak, pemicu kembung dan sembelit
  • Sayuran mengandung gas, kol, kembang kol, lobak, pemicu perut kembung 
  • Kacang tanah, bisa menyebabkan alergi atau pemicu anaphylactic shock atau pembengkakan pada tenggorokan sehingga bayi susah bernapas.
  • Seringkali telur memicu alergi, berikan bertahap dengan porsi kecil dan lihat reaksinya. Jika tidak menimbulkan alergi telur bisa diberikan.
 Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi
  • Pola makan bayi sebenarnya tidak ada acuan pastinya, karena waktu makan bayi dan istirahat bayi belum teratur seperti orang dewasa, karenanya gunakan pola makan sehari sebagai berikut.
  • Berikan ASI sekehendak atau semaunya bayi.
  • Jika menggunakan susu formula pengganti ASI, berikan 5 kali sehari dengan takaran 180-210 ml untuk bayi usia 4-5 bulan. Untuk, bayi usia 5-6 bulan, berikan 5 kali sehari dengan takaran susu 210 ml-240 ml setiap kali minum. Tambahkan satu kali bubur susu dan satu kali bubur buah atau pure sayuran.
Bayi Ibu berhak mendapat awal hidup terbaik. Berikan ia makanan bergizi untuk masa depan yang sehat pula. Bayi sehat dambaan orang tua.